Senin, 03 Juni 2013

Memperjuangkan Perbedaan

Diposting oleh Ardi di 08.37 0 komentar
Sesuatu yang dipersatukan Tuhan tak dapat dipisahkan manusia. Sering kali kita menyebutnya jodoh. Ketika berlari, selalu tertuju ke arah yang sama. Ketika mencoba untuk pergi, selalu kembali ke jalan yang sama. Semua berputar dan berotasi, konsep jodoh sendiri semakin tereksplorasi. Katanya, jodoh berarti miliki banyak kesamaan. Katanya, jodoh berkaitan dengan hilangnya perbedaan. Katanya lagi, jodoh adalah soal memiliki seutuhnya. Jika itulah yang berarti jodoh, lantas bagaimana mereka yang jelas-jelas berbeda?

Jatuh cinta menimbulkan banyak rasa juga tanya. Ada yang bertemu, begitu mudah jatuh cinta, lalu kemudian memiliki. Ada yang tak sengaja bertemu, menjalin persahabatan, lalu saling mencintai. Ada lagi yang tidak pernah rencanakan apapun, tapi tiba-tiba jatuh cinta, namun terhalang untuk memiliki. karena perbedaan agama.

Pernahkan kita melirik sedikit pada jiwa-jiwa yang jatuh cinta walau berbeda? Seberapa besarkah perjuangan yang mereka lakukan hanya untuk merasakan jatuh cinta layaknya pasangan normal lainnya? Mereka kadang terpojokkan, oleh perbedaan yang katanya sulit disatukan.

Norma agama... 
sesuatu yang sudah menjadi patokan dan tidak mampu lagi ditawar. Mereka berbeda tapi masih berjuang, mereka temukan banyak luka tapi berusaha tak terlihat kesakitan.

Ketika yang lain sibuk mencumbu tanpa pernah mengerti arti cinta yang sesungguhnya, mereka sibuk mengeja dan merapal doa yang sama, meskipun diucapkan dengan bahasa yang berbeda. Dalam setiap sujud, dalam setiap lipatan tangan, dalam setiap sentuhan Al-Quran, dan dalam setiap sentuhan Alkitab. Mereka saling mendoakan, meskipun tau segalanya itu tidak memungkinkan.

Segalanya terlewati dengan cara yang berbeda.
Apakah salah mereka sehingga dunia menatap mereka layaknya penjahat kecil yang pasti bersalah dan tidak berhak untuk membela diri? 

Apa salah mereka, jika mereka sama-sama mengenal Tuhan walaupun memanggil-Nya dengan panggilan yang berbeda?

Jika Tuhan inginkan sebuah penyatuan, mengapa Dia ciptakan perbedaan? Apa gunanya cinta dan Bhinneka Tungga Ika jika semua hanya abadi dalam ucapan bibir semata?
 

Blog Si Anu Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting