Sabtu, 03 November 2012

Dari Seseorang Yang Mengharapkanmu

Diposting oleh Ardi di 22.23 1 komentar
Semua terjadi sangat cepat, kita yang berkenalan lalu tiba-tiba merasakan getaran dan perasaan yang aneh. Setiap hari rasanya berubah menjadi beda dan tidak sama. Kamu datang membawa banyak perubahan dalam hari-hariku. Pelangi yang dulunya bewarna hitam dan putih menjadi lebih bewarna ketika sosokmu hadir mengisi ruang-ruang kosong yang ada di hatiku. Tidak ada percakapan yang biasa, seakan-akan semua terasa begitu luar biasa ajaibnya. Entah perasaan apa yang tumbuh yang ada di dalam diriku ini.

Aku menjadi takut kehilanganmu. Cobaan yang datang bertubi-tubi ketika tubuhmu tidak berada lagi di sampingku. Kamu seakan mengendalikan hatiku, ada sebab yang tidak bisa kumengerti sedikitpun. Aku sulit jauh darimu, aku selalu membutuhkanmu. Nafasku seakan tercekat jika sosokmu hilang dari hidupku. Apakah salah jika yang nomor satu dalam hidupku itu adalah kamu?

Tapi mengapa sikapmu tidak seperti sikap yang kulakukan? Perhatianmu tidak seperti perhatianku. Tatapanmu tidak setajam tatapan mataku. Apakah ada kesalahan di antara kita? Apakah kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan?

Kamu mungkin saja belum terlalu paham dengan apa yang aku rasakan sekarang, itu karena kamu memang tidak perduli dan tidak pernah memikirkanku. Apakah aku salah jika aku sering menangis karenamu? Aku selalu kehilangan sosokmu, dan kamu juga selalu pergi tanpa memberitauku. Oh ya.. Aku baru sadar kalau aku bukan kekasihmu, begitu tololnya aku. Hadir di dalam mimpimu saja aku sudah sangat bersyukur, apalagi bisa jadi milikmu selamanya.

Begitu sering kamu menyakitiku, tapi selalu kumaafkan. Lihatlah aku disini yang cuma bisa terdiam. Pandanglah aku yang mencintamu dengan perasaan yang tulus, tapi kau hempaskan begitu saja. Apakah aku tidak penting? Apakah aku jika dibutuhkan baru penting untukmu? Dan jika urusanmu sudah selesai, aku dibuang begitu saja? 

Siapa aku dimatamu? Apakah aku cuma seseorang yang hanya sanggup diam membisu dan mengikuti semua aturanmu? Dimana hatimu? Apakah kamu tidak memiliki hati lagi? Aku tidak bisa banyak bicara, dan aku juga tidak ingin mengutarakan semua yang aku rasakan dan yang sudah terjadi. Aku tidak berhak berbicara tentang cinta, jika kau tutup telingamu. Aku tidak bisa berkata rindu, apabila berkali-kali kau ciptakan jarak yang semakin jauh. Aku tidak bisa apa-apa. Aku hanya bisa memandangimu dari jauh dan membawa namamu dalam percakapan panjangku.

Apakah kau tidak sadar jari jemarimu selalu lukai hatimu? Apakah kamu tidak ingat perkataanmu yang selalu memberi harapan lalu menghancurkan semua mimpi-mimpiku? Apakah aku tidak pantas berbahagia bersamamu? Sangat banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan. Aku sangat muak disini sendirian. Aku mencintaimu. Aku mencintai seseorang yang belum tentu mencintaku.

Aku ini bukan siapa-siapa dimatamu, dan tidak akan pernah menjadi siapa-siapa untukmu. Sesungguhnya aku juga ingin tau, dimanakan kau letakkan hatiku yang selama ini kuberikan padamu? Tapi kamu pasti tidak akan menjawab dan tidak mau tau soal rasaku. Siapakah orang yang telah beruntung yang akan memiliki hatimu?

Dari awal ini semua memang salahku. Aku yang mengganggap semuanya akan berubah sesuai keinginan yang aku pikirkan. Yang bermimpi bisa menjadikanmu lebih dari seorang teman. Salahkah jika perasaanku melebihi batas seorang teman? Aku mencintamu tidak hanya sebagai temanku, tapi juga sebagai seseorang yang begitu bernilai dalam hidupku.

Namun semuanya jatuh dari apa yang kubayangkan selama ini. Mungkin memang aku yang terlalu banyak berharap. Aku yang tidak menyadari posisiku dan tidak menyadari letakmu yang sungguh jauh dari jari jemariku. Akulah orang yang bodoh. Akulah orang yang bersalah!

Sekarang.. Tidak perlu memerhatikanku lagi. Aku sudah terbiasa disakiti, apalagi jika kamu yang menyakitiku. Tidak usah basa-basi lagi, aku bisa sendirian. Setelah aku bilang begitu pasti kamu tidak sadar bahwa aku telah berbohong jika aku bisa begitu mudah melupakanmu.

Pergilah.. Menjauhlah dariku. Aku ingin dekat dengan kesepian, disana lukaku terobati. Disana tidak kutemui orang yang sepertimu, Yang berganti wajah dan dengan mudahnya mengucapkan kata sayang.


-Selesai- 

Jumat, 02 November 2012

Cinta Sebatas Abang Adek

Diposting oleh Ardi di 23.24 0 komentar
     Banyak orang yang pernah melakukan hal ini terutama ketika masa pendekatan, atau yang biasa anak gaul jaman sekarang bilang adalah "PDKT", mungkin kebanyakan orang merasakan hal inilah yang paling mengenaskan. Biasanya kalau udah temenan lama dan si cowok mau nembak cewek, dan si cewek nolak, dia pasti bilang

"Aduh, aku udah nyaman sama kamu kayak gini, bisa deket tiap hari. Aku takut kalau hubungan kita makin deket, apalagi jadi pacar. Nanti, kalau kita putus, hubungan kita pasti ngga bisa balik lagi kayak gini. Kalau kita kayak gini kan kita bisa sama-sama tanpa takut putus. Kita jadi abang adek aja ya? :)"

     Karena cowoknya tadi takut kehilangan, jadi dia mikir "Dari pada ngga sama sekali, mendingan jadi abang adek juga ngga apa-apa deh."
     Lalu ketika beberapa hari, si adek akan curhat dengan abangnya.

     "Bang! Aku mau curhat nih"
     "Curhat apa adekku? Sini-sini cerita sama abang, pasti abang dengerin"

     Dengan gaya yang meyakinkan dan berlapang dada, si abangpun siap mendengarkan curhatan si adek tadi.

     "Ini bang, aku baru jadian sama temen abang"

     "Dalam hati si abang mengucapkan (WATDEHEL! BEDEBAH, SIALAN, BANGSATT, dan kata-kata mutiara lainnya.) Oh selamat ya. Kalau adek seneng, abang juga pasti seneng kok!"

     "Iya bang, makasih ya. btw aku di colek-colek terus sama dia bang!"

     "APA? Kamu di colek-colek?! KURANG AJAR! Biar abang hajar dia!"

     "Tapi colekan dia enak bang, Terus aku jadi minta di colek terus deh, Mwihihi.."

     Si adek tertawa geli sambil menutup mukanya karena malu..

     "Lagi-lagi dalam hati si abang mengucapkan (WATDEFAK!) Bagus deh kalo begitu, Kan kalau adek seneng, abang jadi ikutan seneng :)"

     Lagi dan lagi, selama bertahun-tahun curhatan sang adek yang menyakitkan itupun terus berlangsung. Tapi apa daya si abang ngga bisa berbuat apa-apa (Namanya juga abang).
     Si cowok yang setia menunggu adeknya jomblo memainkan peran sebagai "Abang" selama bertahun-tahun.

     "ABANGGG!"

     Si adek berteriak mau curhat

     "Iya adek, kenapa?"

     Si abang siap mendengarkan curhat si adek, dan tentunya juga siap untuk sakit hati.

     "Aku putus sama pacar aku bang, sedih banget!"

     Si adek curhat sambil menangis.

     "Yah.. Kok bisa dek? Abang jadi ikutan sedih ya."

     Padalah dalem hati si abang "YES! Mampus itu cowok, akhirnya setelah bertahun-tahun gue nunggu, ada kesempatan!"
   
     "Iya bang, Ternyata, cowok aku itu gay :("
   
     "Jangan sedih ya dek. Masih ada abang disini kok :)"

     "Makasih ya bang udah dengerin cerita aku selama bertahun-tahun. Tapi ada satu lagi cerita bang!"

     "Iya iya.. Mau cerita apa dek?"

     "Pas aku putus sama pacarku yang gay itu, aku baru ternyata ada seseorang selama ini cinta samaku bang"

     "Siapa itu dek?"

     Si abang dengan percaya diri mendengarkan curhat si adek, dan dia berpikiran kalau orang yang di bilang adek angkatnya itu adalah dia.

     "Sebenernya aku cinta sama temennya pacar aku itu bang. Akhirnya, setelah aku putus dari pacarku yang gay, aku langsung minta dikenalin sama temennya. Pas baru kenal aku langsung aja jadian deh bang sama temennya itu. Terus bukan itu aja bang, colekan pacar aku yang sekarang lebih enak dari pacar aku yang sebelumnya. Adek seneng banget deh banggg! Abang juga seneng kan?"

     "APA? KENAPA BUKAN GUE? KENAPAAAAA!?"

     Lalu si abangpun bunuh diri..


-Selesai- 


 

Blog Si Anu Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting