Semua terjadi sangat cepat, kita yang berkenalan lalu tiba-tiba merasakan getaran dan perasaan yang aneh. Setiap hari rasanya berubah menjadi beda dan tidak sama. Kamu datang membawa banyak perubahan dalam hari-hariku. Pelangi yang dulunya bewarna hitam dan putih menjadi lebih bewarna ketika sosokmu hadir mengisi ruang-ruang kosong yang ada di hatiku. Tidak ada percakapan yang biasa, seakan-akan semua terasa begitu luar biasa ajaibnya. Entah perasaan apa yang tumbuh yang ada di dalam diriku ini.
Aku menjadi takut kehilanganmu. Cobaan yang datang bertubi-tubi ketika tubuhmu tidak berada lagi di sampingku. Kamu seakan mengendalikan hatiku, ada sebab yang tidak bisa kumengerti sedikitpun. Aku sulit jauh darimu, aku selalu membutuhkanmu. Nafasku seakan tercekat jika sosokmu hilang dari hidupku. Apakah salah jika yang nomor satu dalam hidupku itu adalah kamu?
Tapi mengapa sikapmu tidak seperti sikap yang kulakukan? Perhatianmu tidak seperti perhatianku. Tatapanmu tidak setajam tatapan mataku. Apakah ada kesalahan di antara kita? Apakah kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan?
Kamu mungkin saja belum terlalu paham dengan apa yang aku rasakan sekarang, itu karena kamu memang tidak perduli dan tidak pernah memikirkanku. Apakah aku salah jika aku sering menangis karenamu? Aku selalu kehilangan sosokmu, dan kamu juga selalu pergi tanpa memberitauku. Oh ya.. Aku baru sadar kalau aku bukan kekasihmu, begitu tololnya aku. Hadir di dalam mimpimu saja aku sudah sangat bersyukur, apalagi bisa jadi milikmu selamanya.
Begitu sering kamu menyakitiku, tapi selalu kumaafkan. Lihatlah aku disini yang cuma bisa terdiam. Pandanglah aku yang mencintamu dengan perasaan yang tulus, tapi kau hempaskan begitu saja. Apakah aku tidak penting? Apakah aku jika dibutuhkan baru penting untukmu? Dan jika urusanmu sudah selesai, aku dibuang begitu saja?
Siapa aku dimatamu? Apakah aku cuma seseorang yang hanya sanggup diam membisu dan mengikuti semua aturanmu? Dimana hatimu? Apakah kamu tidak memiliki hati lagi? Aku tidak bisa banyak bicara, dan aku juga tidak ingin mengutarakan semua yang aku rasakan dan yang sudah terjadi. Aku tidak berhak berbicara tentang cinta, jika kau tutup telingamu. Aku tidak bisa berkata rindu, apabila berkali-kali kau ciptakan jarak yang semakin jauh. Aku tidak bisa apa-apa. Aku hanya bisa memandangimu dari jauh dan membawa namamu dalam percakapan panjangku.
Apakah kau tidak sadar jari jemarimu selalu lukai hatimu? Apakah kamu tidak ingat perkataanmu yang selalu memberi harapan lalu menghancurkan semua mimpi-mimpiku? Apakah aku tidak pantas berbahagia bersamamu? Sangat banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan. Aku sangat muak disini sendirian. Aku mencintaimu. Aku mencintai seseorang yang belum tentu mencintaku.
Aku ini bukan siapa-siapa dimatamu, dan tidak akan pernah menjadi siapa-siapa untukmu. Sesungguhnya aku juga ingin tau, dimanakan kau letakkan hatiku yang selama ini kuberikan padamu? Tapi kamu pasti tidak akan menjawab dan tidak mau tau soal rasaku. Siapakah orang yang telah beruntung yang akan memiliki hatimu?
Dari awal ini semua memang salahku. Aku yang mengganggap semuanya akan berubah sesuai keinginan yang aku pikirkan. Yang bermimpi bisa menjadikanmu lebih dari seorang teman. Salahkah jika perasaanku melebihi batas seorang teman? Aku mencintamu tidak hanya sebagai temanku, tapi juga sebagai seseorang yang begitu bernilai dalam hidupku.
Namun semuanya jatuh dari apa yang kubayangkan selama ini. Mungkin memang aku yang terlalu banyak berharap. Aku yang tidak menyadari posisiku dan tidak menyadari letakmu yang sungguh jauh dari jari jemariku. Akulah orang yang bodoh. Akulah orang yang bersalah!
Sekarang.. Tidak perlu memerhatikanku lagi. Aku sudah terbiasa disakiti, apalagi jika kamu yang menyakitiku. Tidak usah basa-basi lagi, aku bisa sendirian. Setelah aku bilang begitu pasti kamu tidak sadar bahwa aku telah berbohong jika aku bisa begitu mudah melupakanmu.
Pergilah.. Menjauhlah dariku. Aku ingin dekat dengan kesepian, disana lukaku terobati. Disana tidak kutemui orang yang sepertimu, Yang berganti wajah dan dengan mudahnya mengucapkan kata sayang.
-Selesai-
1 komentar:
ini buat sendiri? bagus banget sumpah! atau kamu sendiri yang pernah ngerasainnya? if so, trust me. you are not the only one who feels that fckin things
Posting Komentar