Jumat, 21 Desember 2012

Cepat Pulang

Diposting oleh Ardi di 07.11 0 komentar
    Apa yang menyenangkan dalam hubungan yang di batasi oleh jarak? Aku tidak bisa menatapmu dan jemariku tidak bisa menyentuh lekukan wajahmu. Apa yang bisa kita harapkan dari jarak ratusan bahkan ribuan kilometer yang memisahkan kita? Ketika rasa rindu menggebu, dan kutau kau tidak ada di sisiku. Sejauh ini kita masih bertahan, entah mempertahankan apa. Karena yang kurasa sekarang, cintamu tidak lagi nyata, selebihnya hanya bayang-bayang.

    Dalam jarak sejauh ini, mungkinkan kita masih saling medoakan? Seperti saat kita dulu masih berdekatan. Aku tidak lagi paham saat-saat dingin mencekam, kamu tidak duduk disampingku, juga tidak mendekapmu dengan hangat. Aku tidak lagi megnerti, saat air mataku jauh, hanya ada tangan orang lain yang menghapus basah di pipiku. Jelaskan padaku, apa yang selama ini membuatku masih ingin bertahan?


    Aku hanya bisa menatap fotomu. Diam-diam merapal namamu dalam doa. Mendengar suaramu dari ujung telepon. Kulakukan semua seakan baik-baik saja, seakan aku tidak tergores luka, seakan tidak meneteskan air mata, aku begitu menyakinkanmu, bahwa tidak ada yang salah di antara kita. Dan apakah disana kau memang baik-baik saja? Apakah rindu yang kita simpan dalam-dalam akan menumukan titik temu?


Sayang, aku lelah.
Kembalilah..



-Selesai- 

Selasa, 18 Desember 2012

Galau?

Diposting oleh Ardi di 08.21 0 komentar
Jaman sekarang masih ada yang bangga dengan kegalauannya, gue juga ngga ngerti kenapa mereka bangga sama kegalauannya. Kadang ada yang berpikir kalau ngga galau, ngga gaul.


Gue ngga ngerti sama manusia di atas yang berpikiran kayak gitu. Apa kalau ngga gaul, berarti kita masuk ke dalam status anak cupu? Culun? Ngga gaul gitu? Berarti anak gaul itu harus jalan-jalan sambil bawa minuman baygon cair gitu? Apa cuma buat dapetin status "Gaul Gheelaa" itu kita harus nongkrong terus bawa silet sambil nyilet-nyilet tanga? Jadi kalo ketemu temen, mereka bakal nyangka lo gaul, terus bilang

"Tangan lo kok banyak banget darah? Bekas silet ya men? Ghaauull banget lo menn!" 


Ya.. Ini contoh yang labil
Sebelum kita lanjutin ngebahas lebih jauh soal galau, mari kita lihat definisi dari kata "Galau" itu.


Kalau dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, Galau adalah :
ga·lau a, ber·ga·lau a sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran); ke·ga·lau·an n sifat (keadaan hal) galau 

Sekarang kita bahas penyebab galau. Penyebab galau, bisa ada berbagai macem nih. Rata-rata sih karena masalah cinta. Tapi bisa juga dari hal lain. Contohnya nih :

Elo suka ama cewek ~>Tuh cewek suka ama sohib lo ~>Sohib lo suka ama elo ~>Galau bertiga deh..

Atau ada juga yang namanya "Galau Akademis" 


Contoh :

Elo kuliah lebih dulu dari adek lo ~>Tapi adek lo lulus lebih dulu dari elo ~>Elo masih kuliah ~>Adek lo udah kerja jadi PNS di Libya ~>Lo Galau deh

  



  • Sedangkan ciri-ciri orang galau menurut observasi gue : Update status BBM 5x/menit 


  • Ngetweet kalimat-kalimat cengeng 3x/menit Abis ngetweet kalimat cengeng, lalu ngetweet kalimat-kalimat penuh bahasa binatang  


  • Kirim tweet marah-marah dengan #NoMention 
 Mengubah ID Facebook dengan nama belakang melankolis. seperti:

"Supri ingin Bahagia",
"Nisa Sudah dewasa", atau

"Faiz Korban Cinta"..

Itulah kenapa Galau itu ngga guna! Apalagi kalau pas puasa. Galau bisa bikin kita batal puasa. Karena galau adalah bukti bahwa hati kita telah dikuasai oleh syaiton. 

Contoh simpelnya elo [Cewek] ngetweet:

"Dasar cowok brengsek lo! Gue doain elo bisulan di dengkul, biar elo ngga bisa sholat tarawih! #NoMention"

Nah, kalo udah ngetweet gitu, bisa dijamin puasa lo batal.. soalnya elo udah bikin cowok-cowok di TimeLine ngerasa tersindir karena itu tweetnya #NoMention alias nggak jelas buat siapa..

Atau misal kalian ngetweet dengan bahasa putus asa, pasti bakal bikin orang panik.. Bayangkan, siapa yang gak panik kalo ada temennya ngetweet :

"Tanpa dirimu, Tinggal Baygon yang jadi temanku.."

Dijamin temen" kamu bakal pada ngebut ke rumah kamu sambil bawa ambulan.. Bikin orang lain repot aja!

Udah lah. Hari gini, udah ngga jaman galau-galauan lagi. Orang yang bisa menyikapi masalah dengan tenang dan dingin itu justru lebih keliatan gaul men. Jadi kalo ada apa-apa, stay cool aja.. Nggak usah heboh.. Bayangin deh momen-momen jaman elo sering galau dulu.. bayangin betapa galaunya elo dulu. Pasti di otak lo bakal muncul 1 kata.. "Konyol"

"Ngapain dulu gue mewek-mewek di Facebook?"
"Ngapain dulu gue ngomel-ngomel pake kata kotor di Twitter?"
"Ngapain dulu gue jual dispenser buat nyantet dia?"
"Ngapain kemaren gue ikut nangis waktu Nazaruddin ketangkep?"

Nah.. Lebih baik tuh kalo kalian emang lagi galau, banyakin berdoa sama Allah.. Sebenernya orang puasa itu nggak bakal bisa galau loh.. Soalnya, Allah sengaja memerintahkan kita untuk menahan diri dari segala nafsu yang merugikan.. termasuk nafsu galau..

Yaudah sekian dari gue, semoga bermanfaat!







-Selesai-  


Copyright : Alit

Senin, 17 Desember 2012

Penolong Misterius

Diposting oleh Ardi di 06.25 0 komentar
    Malam itu, Bandung seperti biasa dipadati oleh kendaraan luar kota. Dan itu membuat kemacetan yang cukup parah di sepanjang jalan Dago. Aku yang malam itu mengendarai sepeda motor, mencoba untuk mencari jalan agar tidak terjebak arus macet di sepanjang jalan Dago. Aku mulai memutar balik motorku di depan sebuah Factory Outlet, memasuki jalan kecil, jalan Hasanudin, yang padat oleh mobil yang parkir. Dan melewati sebuah jalan yang cukup gelap.

    Itu jalan Raden.

    Ah.. Plang jalan itu sudah mulai tidak terbaca. Motorku berjalan pelan. Menyusuri jalan yang tidak terlalu panjang. Tapi, ketika aku melewati sebuah taman kanak-kanak disana. Tiba-tiba saja motorku berhenti mendadak.

    "Yah.. Mogok lagi nih motorku!"

Lalu aku mencoba menyalakan motorku. Tapi tidak ada hasilnya. Aku mengecek tangki ensin, tapi bensinnya masih banyak. Aku kembali menstater motorku.

    "Aduh.. Kenapa tidak mau nyala ya?"

Dalam keadaan panik, tiba-tiba saja bulu kudukku berdiri, mendadak aku merasakan suasana yang amat sangat sepi. Ditambah dengan rumah-rumah berasitektur Belanda Disekelilingku. Membuatku ingin cepat=cepat menghidupkan motorku. Sedikit takut sih, tapi aku mencoba tenang, sambil terus kembali menstater motorku.

    Dan astaga! Bau ini..
Aku mencium bau busuk yang amat sangat menyengat. Awalnya aku berpikir "Ini sih kayaknya bau bangkai!" Atau mungkin bau bangkai yang berasal dari got yang berada di sebelahku. Tapi ketika tanpa sengaja ujung mataku melihat ke arah spion, hah! Seperti ada, bayangan putih yang bergerak cepat. Kontan aku melihat ke arah belakangku. Tapi yang ku lihat hanyalahan jalanan yang gelap dan sepi.


    Dan ketika aku melihat ke arah halaman TK yang ada di sampingku, aku melihat ayunan yang ada dihalamannya bergerak-gerak sendiri. Bergerak ke depan, ke belakang. Seolah-olah ada yang menaikinya. Namun, anehnya tidak ada angin yang kurasakan pada saat itu. Aku coba untuk tidak memperdulikannya. Kuputuskan untuk mendorong motorku dan mencari tempat yang agak tenang. Tapi sepertinya ada yang menahan motorku. Kenapa motorku ini mendadak menjadi berat sekali? Sangat berat!

    Aku melafalkan doa-doa yang ku hafal dan berhenti sejenak. Saat aku mulau merasa tenang, aku mencoba membuka mata. Dan.. Dan.. Ya tuhan! Sekarang tepat di depanku duduk seorang perempuan. Perempuan itu duduk tepat diatas motorku. Wajahnya pucat dan dia terus menatap ke arahku dengan wajah sedih. Reflex aku langsung membanting motorku dan berlari. Aku berlari berteriak minta tolong. Saat aku lihat ke belakang, perempuan itu kini berdiri tepat di sebelah motorku yang jatuh.

    Sesaat setelah aku berlari dan berteriak minta tolong, seorang pria setengah baya dan seorang pria seumuranku menyetopku dan mereka bertanya kepadaku apa yang terjadi. Sambil tersengal-sengal, aku menjelaskannya. Setekah aku selesai bercerita, si Bapak itu berbisik-bisik pada anaknya dan tidak lama kemudian anaknya berjalan kearah motorku yang jatuh.

    Bapak itu berkata, kalau dia meminta kepada anaknya untuk mengambilkan motorku. Aku yang mulai tenang, sekarang duduk di bangku dekat warung sambil mengingat kejadian yang baru saja aku alami tadi. Tak berapa lama, aku mendengar suara motorku mendekat. Kulihat anak bapak penjaga warung tadi mengendarai motorku. Tapi.. Tapi saat si anak penjaga warung itu berhenti, di bangku belakang motorku, si perempuan itu duduk membonceng dan kembali memandangiku. Aku yang ingin teriak mendadak tidak bisa mengeluarkan suara. Tidak bisa sama sekali. Dan saat bapak warung itu keluar, aku hanya menggenggam erat tangannya. Tidak lama ia melafalkan doa-doa dengan suara pelan diusul dengan beberapa ucapan bahasa sunda yang intinya menyuruh perempuan itu untuk pergi dan jangan mengganggu. 

    Tidak berapa lama kemudian, perempuan itu perlahan melayang pergi jauh. Si bapak yang berada di sebelahku langsung menceritakan, kalau aku memang diikuti sosok perempuan tadi. Menurut cerita bapak warung itupun, perempuan itu selalu menampakkan diri kepada orang yang melintas di jalan ini sendirian. Baik menggunakan mobil atau motor. Dan konon perempuan itu adalah korban kecelakaan tabrak lari yang terjadi belasan tahun lalu.

    Setengah jam kemudian setelah aku mengobrol dan mengetahui lebih jauh sejarah tentang penampakkan arwah perempuan tadi, aku berpamitan langsung pulang. Dalam hatiku saat berpamitan, aku bersumpah tidak akan melewati jalan ini lagi. Apalagi di malam hari dan sendirian.

    Namun beberapa hari setelah kejadian itu, iseng aku berpikir untuk mampir ke warung bapak itu untuk sekedar berterima kasih telah menolongku. Makan, saat itu setelah sepulang dari kampus ku. Aku langsung menuju jalan itu, dan sesampainya disana

    "Loh? Warungnya mana? Warung tempat aku menunggu waktu beberapa hari lalu kok ngga ada ya?"
Aku terdiam agak lama sambil memperhatikan kesekelilingku. Aku ingat sekali, warung itu ada diposisi ini! Tapi yang aku dapati sekarang hanyalah trotoar dengan pohon besar yang berjajar.

    Tidak jauh aku melihat ada seorang tukang tambal ban, aku mencoba mendekati tukang tambal ban itu, dan bertanya tentang keberadaan warung yang ku cari. Tukang tambal itu terlihat sedikit agak binggung saat aku tanyakan warung yang aku maksud. Dia menjawab bahwa disini memang tidak ada warung. Aku kembali bertanya meyakinkan apakah tepat disebelah situ tidak ada warung? Diam sejenak, lalu si tukang tambal ban itu menjawab. Katanya dulu memang ada warung, tapi itu sepuluh tahun yang lalu. Namun warung itu terbakar. Bapak pemiliknya serta dua anaknya, satu laki-laki dan satu wanita meninggal saat kejadian. 

    Aku diam mematung mendengarnya. Jadi, yang kemarin menolongku itu mereka adalah....


-Selesai- 

Minggu, 02 Desember 2012

Hubungan Jarak Jauh

Diposting oleh Ardi di 00.14 0 komentar
     Kalian tahu? Ini sebuah tulisan yang tidak mudah untuk ditulis. Kenapa bisa? Tulisan ini harus membuat semua kalangan mengerti apa yang di tulis. Berdasarkan fakta bahwa tidak semua orang, bakhan sedikit orang yang menjalani apa yang gue jalanin, membuat tulisan ini semakin sulit untuk dibuat.

     Semua orang menginginkan cerita cinta seperti yang ada pada FTV zaman sekarang. Dengan siklus yang mudah ditebak dan rintangan yang bisa dengan mudah ditebak alurnya. Yah.. Sutradara dan penulis naskah FTV itu manusia. Manusia yang menuangkan segala mimpi tentang kehidupan dalam sebuah sinema. And, they did it well. Saat menontonnya semua orang terpaku dan mulai ingin merangkai kisah dengan alur yang sama persis. Ikut tersenyum, menangis, dan juga berharap bahwa apa yang ada dalam kehidupan nyatanya adalah sama. Tapi, saat berakhir tentu saja Happy Ending. Mereka, termasuk gue, harus dihadapkan kembali dengan kehidupan nyatanya yang ternyata memang sama dengan apa yang barusan ditayangkan. Sama dibagian klimaksnya, tapi tidak mengerti penyelesaiannya. Beda tipis.

Saat kembali tersadar "Ah, kenapa hidup gue engga kayak yang barusan gue tonton."
     Selalu dan selalu seperti itu.
     "Jangan iri" Menurut gue.
Bukan tindakan yang salah dan bukan tindakan yang dibenarkan. Beberapa orang memang bernasib sama dengan apa yang sering diangkat dalam sinema-sinema di televisi. Ya, karena memang lagi-lagi naskah yang dibuat diangkat dari kehidupan sehari-hari dan diperbaiki di akhir cerita lalu diformulasikan sedemikian hingga menarik untuk disaksikan, berjalan mulus, dan berakhir happy ending.
     "Jangan iri" Menurut gue.
     Sekali lagi, menurut gue, jangan iri. Sebenarnya kita sedang menjalankan skenario tuhan. Apapun itu. Baik, buruh, bahagia, sedih, dan apapun itu. Tapi, semua ngga lantas membuat kita menyerah pada takdir dan diam begitu saja begitu mendengar semua sudah direncanakan dan ditulis oleh Yang Maha Kuasa.

     Saat dihadapkan dengan sebuah prosa dalam buku kehidupan kita yang terlalu susah untuk ditemui kelanjutannya, termasuk kesusahan berupa jarak yang memisahkan kedua insan yang sedang bertahan dan menguji seberapa besar perasaan itu layak di mata tuhan untuk dipersatukan, apakah akan berhenti menulis lalu menunggu saat yang tepat untuk melanjutkan ceritanya? Ataukah, mungkin hanya akan terlontar ucapan seperti "Ini kan takdir, pasti nanti bakal diselesaikan sama tuhan"

     Bukankah kita adalah manusia yang memang seharusnya berusaha? Ataukah, hanya akan menyerah pada takdir tanpa berusaha memperbaikinya?
     "Ini kan rencana tuhan dan sudah digariskannya, apa bisa kita menentang? Sudahlah, kita tunggu saja apa yang bisa akan tuhan berikan pada kita selanjutnya"

     Apa guna doa? Apa gunanya harapan? Apa gunanya usaha? Kalau masih meremahkan seperti itu kenapa tidak dari dulu berdiam diri saja dan menunggu jodoh datang mengetuk pintu rumah kita lalu mengajak kita untuk menjalani kasih bersamanya?
     "Ya sudahlah, nanti juga bakal baik-baik saja" Tunggu saja, dan silahkan berspekulasi.
Tak sesederhana yang lain, hubungan jarak jauh membutuhkan kesabaran, usaha, dan kepercayaan. Sebenarnya tidak hanya itu unsur yang harus diperhatikan, figure out what we need. Semua itu tidak bisa berdiri sendiri-sendiri dan bertahan pada satu aspek saja. Tidak ada unsur yang saling mengesampingkan satu sama lain, semuanya berkaitan, saling mempengaruhi dan memiliki peranannya masing-masing.

     Hubungan jarak jauh memang membutuhkan kesabaran untuk menunggu. Namun, masalah yang datang tidak akan bisa menunggu dan selesai begitu saja. Hubungan jarak jauh membutuhkan usaha untuk setiap permasalahan yang akan datang. Usaha untuk menyelesaikan dan memperbaiki, bukan usaha untuk menghindari ataupun mengakhiri apa yang sudah selama ini diyakini. Hubungan jarak jauh membutuhkan kepercayaan yang besar, kepercayaan akan dirinya disana yang memiliki perasaan yang sama, rindu yang sama, dan hak yang sama. Bukan kepercayaan bahwa jarak ini hanya akan mempersulit perjalanan dan menambah beban serta hanya akan menjadi penyakit saja. Secara garis besar memang seperti itu. Figure it out.

     Setiap orang dihadapkan pada sebuah jalan lurus yang nantinya pasti akan bercabang, berlubang, buntu, dan kadang hilang arah. Setiap cabang tentu akan memiliki alur baru tersendirinya, akan memiliki rintangan tersendiri. Berat atau tidaknya, semua itu bergantung pada apa yang kita dapatkan sebelumnya. Cukuplah bekal kita? Cukupkah pengalaman kita?

     Semua ini terkait dengan satu pertikaian dalam hubungan. Pertiakaian itu datang bukan untuk dihindari, bukan datang untuk memisahkan. Jangan selalu membenarkan diri, karena sesungguhnya tidak ada yang bisa disalahkan dan dibenarkan. Hal penting lainnya adalah, bagaimana cara menemukan titik temu terbaik seperti dalam pertikaian yang diselesaikan dengan bertatap muka. Ambillah setiap pelajaran dari pertikaian yang ada. Bukankah tak mau kita jatuh pada lubang yang sama atau hilang arah bahkan tersesat pada jalur yang sama? Siapa yang menginginkan hal itu? Pertengkaran tidak selalu negatif. Justru dari situlah muncul sebuah pemahaman akan pribadi dan cara berpikirnya hingga membuat kita semkain mengerti si dia. Jangan mengeluh, selesaikan. Tentu saja tanpa menyinggung dan melukai perasaannya.

     Setidaknya jangan anggap jarak sebagai suatu penghalang dan suatu masalah yang bisa membuat semuanya menjadi runyam. Tidak semua orang mengalami dan bisa belajar menjadi kekasih yang baik lewat hubungan jarak jauh. Kalau tidak berpikir seperti itu dengan alasan apalagi kita harus berdiam diri untuk tetap galau dan risau? Berbanggalah.

     Memang tidak semudah mengatakan dan menguraikannya. Tidak semua orang memiliki kesiapan hati dan kekuatan yang sama. Namun, di situlah letak kekuatan yang beragam dari hubungan ini. Bagaimana menciptakan sesuatu yang nantinya justru akan membuat hubungan terlihat semakin kuat dimata berbagai pihak. Tidak selalu berkutat dengan air mata. Dan tidak selalu berkutat dengan ketidak sanggupan.

     Hal-hal kecil yang tidak diperhatikan, menjadi sebuah hal yang berharga di mata kita, sesungguhnya, sadar ataupun tidak. Bahagia akan hal-hal sederhana sebenarnya sudah menunjukkan betapa hubungan ini membentuk kita menjadi sebuah pribadi yang dibutuhkan dalam hubungan jarak jauh dengan sendirinya, dan kemudian menjadi pribadi berbeda, meskipun orang mengatakan bahwa hubungan ini tidak akan berhasil, karena hanya sedikit yang mampu bertahan hingga akhir. Apa yang mereka maksud sedikit itu adalah kita. Aku dan pasanganku, kamu dan pasangamu.

     Dering telepon? Foto? SMS sederhana? Semua itu hal yang lain. Ucapkan 'Selamat pagi' dan 'Selamat malam' tampak sangat sederhana, namun berarti lebih dari sederhana saat membaca ataupun mendengarnya. Memang tidak ada penghantar tidur sebaik suaranya ataupun ucapan manis darinya. Semua itu sederhanakan? Tidak semua pasangan melakukannya. Coba saja. Senyum risih karena merasa sesak bahagia itu mahal harganya, dan semua itu bisa dilakukan dengan cara yang sederhana.

     Sayangnya, dalam perjalanan merangkai kisah ini, tidak disediakan remover, penghapus, terlebih lagi tombol undo. Semua yang terjadi tidak bisa diulang kembali. Cara termudah adalah, tetap menulis. Buka halaman selanjutnya, dan tetap menulis. Perbaiki apa yang harusnya diperbaiki, kenapa tidak? Bukankah kau sendiri yang menulis buku itu, dan memutuskan untuk menuliskan ceritanya? Sekarang, siapa yang akan menyangkal bahwa semuanya tidak bisa dibenahi? Asalkan ada usaha dan kemauan, kenapa tidak?

     Setidaknya, di dalam hubungan ini, semuanya tidak bisa berjalan sendirian. Saat memutuskan untuk menjadi 1, apa yang kau pikirkan? Cintai dia tanpa memandang kelebihannya, dan ubahlah kekurangannya menjadi sesuatu yang hanya dimilikinya. Terkadang memang apa yang dirasakan itu berat, tidak seberat hubungan yang lain. Tapi, di situlah letak perjuangan, dan tunjukkan keseriusan untuk bertahan. Sekali lagi, ujian datang bukan untuk dihindari dan dibesar-besarkan. Pahamilah dia sebaik kau memahami dirimu sendiri. Jangan paksakan kehendak jika memang dia tidak ingin. Bicarakan pelan-pelan, Buat dia mengerti, jangan buat menyesal.

     Tidak ada yang salah dengan jarak ini, dan semua yang hadir bersamanya. Tinggal bagaimana kita menyikapi segalanya. And, proud to be different!


-Selesai- 
 

Blog Si Anu Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting