Dalam jarak sejauh ini, mungkinkan kita masih saling medoakan? Seperti saat kita dulu masih berdekatan. Aku tidak lagi paham saat-saat dingin mencekam, kamu tidak duduk disampingku, juga tidak mendekapmu dengan hangat. Aku tidak lagi megnerti, saat air mataku jauh, hanya ada tangan orang lain yang menghapus basah di pipiku. Jelaskan padaku, apa yang selama ini membuatku masih ingin bertahan?
Aku hanya bisa menatap fotomu. Diam-diam merapal namamu dalam doa. Mendengar suaramu dari ujung telepon. Kulakukan semua seakan baik-baik saja, seakan aku tidak tergores luka, seakan tidak meneteskan air mata, aku begitu menyakinkanmu, bahwa tidak ada yang salah di antara kita. Dan apakah disana kau memang baik-baik saja? Apakah rindu yang kita simpan dalam-dalam akan menumukan titik temu?
Sayang, aku lelah.
Kembalilah..
-Selesai-
0 komentar:
Posting Komentar