Jumat, 29 Maret 2013

KEPO!

Diposting oleh Ardi di 00.59 0 komentar

Gimana kabarnya? Sehat? Masih suka kepoin mantan? Atau pacar?


Ngomong-ngomong soal kepo, gue mau vagas sedikit tentang kepo. Berdasarkan pengalaman dan yang pernah gue liat. Sebelumnya, gue mau jngasih tau artinya "Kepo"
 



“Kepo adalah kondisi di mana seseorang memiliki rasa ingin tau yang tinggi, sangat tinggi, bahkan cenderung terlalu tinggi tentang hal yang dirasa ada kaitannya langsung dengan dirinya. Padahal belum tentu”

Lebih singkatnya lagi, kepo itu bisa dibilang "mau tau apa aja". Nah, biasanya apa aja sih yang di kepoin sama orang? Ngga usah jauh-jauh deh. Timeline twitter contohnya. Dari situ bisa nyebar ke semuanya, termasuk facebook, instagram, dan lain-lain. 

Biasanya orang yang kepo itu bakal search dulu twitternya dia, habis itu ngebaca time-linenya. Lalu nyoba search di google pake nama lengkap buat nemuin akun facebook si dia.

Foto: internet
Detektif? Kalah deh!

Sekarang, kepo lagi diminati banyak masyarakat. Terutama masyarakat yang labil. Ada yang kepo timeline orang sampe bertahun-tahun, malah sampe dia ngetwit pertama kali. Kepoin timline orang sampe pertama kali dia bikin twitter itu udah sebuah pencapaian tersendiri sebagai kepo-ers ( Orang yang suka kepo ). Selain itu, ada juga kepo-ers yang keponya cuma sampe beberapa menit yang lalu.

Loh? Kenapa gitu?
Iya, soalnya twit sebelumnya udah di kepoin beberapa jam yang lalu. Dengan kata lain, keponya itu setiap saat.


Yang biasa orang kepoin itu adalah bio dan avatarnya dia dulu, habis itu twitnya, baru cek favoritesnya, followersnya, followringnya. Ada juga yang udah freak banget sampe di search siapa aja yang nge-mention dia terus dikepoin sambil ngomong dalam hati,

     "Dih, siapa sih ini orang. Ganjen banget mention dia"

Seiring dengan terus berkembangnya tekhnologi zaman sekarang, para kepo-ers semakin dimanjain sama fitur yang canggih-canggih dari berbagai twitter client yang di anggap surga bagi para kepo-ers. Fitur yang akrab dan harus disukuri sama kepo-ers karena keberadaannya itu, contohnya go to user, private list, save search, dll.

Sayangnya, para kepo-ers identik ngomong dalam hati. Biasanya sering curhat lewat RT-an twit sambil bilang,

     "Buat kamu!"

Sama kayak cintanya, ngomongnya kepo-ers juga biasanya cuma dalam hati. Tapi kepo-ers itu ngga selamanya buruk kok. Sebenernya kepo-ers itu cuma pengen nunjukkin keperduliannya, tapi ngga terlihat. Hal kepo itu bisa nyenengin, tapi paling sering bikin galau. 

Bukan kepo namanya kalau ngga bikin ketagihan.
Gimanapun, kepo pasti ujungnya bakal galau. Kadang galaunya karena penasaran, sampe-sampe persatuan kepo-ers buat motto :

     "Lebih baik galau karena nyesek, dari pada mati karena penasaran."

Ada lagi yang bikin galau kepo-ers. Selain list si dia mention-mentionan sama pacar / gebetan. Kepo-ers juga bisa galau mendadak pas ngeliat akun yang sering dikepoin ternyata ngeblok dia. Tapi itu masih bisa ditangani dengan biin akun baru.

Nah, kalau yang dikepoin itu akunnya digembok? Bakal stres tuh si kepo-ers. 

Satu-satunya cara terdekat kalau akun dia digembok, ya kepo lewat akun temennya yang udah follow, karena kalaupun bikin akun baru terus mau follow si dia lagi, kan belum tentu diterima.

Kepo-ers itu jahat. Kalau yang sering dia kepoin itu udah punya gebetan / pacar, si kepo-ers bakal berdoa setiap hari supaya "dia" putus sama pacarnya. Tapi pas putus beneran, eh malah ngga berani buat deketin. 

Biasanya kepo-ers itu paling suka buat kalimat kayak gini nih

     "Loh? Itu pacarnya? Mendingan gue.."
     "Udah ganti avatar lagi? Padahal yang kemarin belum sempat aku save.."
     "Dia kok ngga ngetwit ya? Apa lagi jalan sama pacarnya?"

***

Kalau ada yang mau nambahin, tinggal coment.    

Kamis, 14 Maret 2013

Tipe Peserta Ujian

Diposting oleh Ardi di 07.14 0 komentar
"Woi! Ssstt! Nomer 6 apa? Bagi contekan dong. Pelit amat lo!"
 
Demi apapun, kata-kata kayak guty sering gue denger, yakan? Iya.. Tepatnya pas lagi ujian. Entah itu ujian semester, ataupun ujian nasional. Ujian itu sebenernya hampir sama kayak ngedapetin cinta, susah-susah gampang. 

Menurut gue nih ya, peserta ujian itu ada dua tipe.
 
Pertama, Peserta Gampang MOVE-ON
Tipe peserta kayak beginilah yang paling direkomendasikan. Kenapa? Sebab, saat dia nemuin soal yang kemungkinan susah untuk dikerjain, dia bakal langsung move-on ke soal yang lain. Ngga diem aja, ngga fokus di soal itu, ngga pura-pura ngerjain, ngga kejebak di masa lalu, ngga garuk-garuk ngga jelas. Kertas burem juga ngga bakal jadi gambar-gambar ngga jelas, yang awalnya mau ngitung, eh malah gambar ngga jelas. 
 
Hina banget..
 
Quotes : 
 
"Soal yang susah dikerjain emang nyakitin, tapi lebih menyakitkan lagi kalau waktu lo habis cuma buat mikirin soal yang emang bener-bener ngga bisa lo kerjain sama sekali, dan akhirnya lo malah jadi dapet nilai jelek"
 
"Masa lalu yang susah dilupain emang nyakitin, tapi lebih nyakitin lagi kalau waktu lo itu habis cuma buat mikirin masa lalu yang emang bener-bener ngga bisa lo dapetin, dan akhirnya pribadi lo jadi terpuruk"
 
#BedaTipis     



Lalu tipe kedua adalah Peserta Susah MOVE-ON.
 
"Edan! Soal apaan sih ini? Ngga ngerti gue!"
 
Gue sering banget ngerasain yang kayak gitu. Saking penasarannya sama soal, gue sampe ngga tau gimana caranya ngerjain itu soal. 
 
Celingak-celinguk ke kiri, kanan. Liat kiri, depan, belakang. Ngga dapet jawaban juga, cuma dapet harapan doang.
 
Sampe akhirnya waktu gue kebuang sia-sia buat ngeliatin satu soal biadab yang bikin gue penasaran tadi. Setelah gue pikir-pikir, buat apa ya gue kayak tadi? Harusnya gue move-on dari soal tadi. Udah tau soal yang tadi ngga ngenakin, eh masih aja gue pikirin. Ibaratnya sama kayak mantan. Udah tau ngga ngenakin hati, bikin galau doang, eh masih aja dipikirin.

Jadi, lo termasuk peserta yang pertama, apa yang kedua?
Kalau yang ke-dua. Semoga cepet move on ya!

Rabu, 06 Maret 2013

Tulang Rusuk Yang Telah Hilang

Diposting oleh Ardi di 09.03 0 komentar
Kehidupan cinta yang penuh dengan pertengkaran membuat teman saya merasa salah memilih calon pendamping hidupnya, yaitu sang pacar yang sudah 4 tahun menemani hari-harinya.


Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu?

Bagi sepasang manusia yang memadu kasih, Riki dan Ulfa duduk di punggung senja itu. Berpotong percakapan lewat beratus tawa timpas, lalu Ulfa-pun memulai meminta kepastian. Ya, tentang cinta.

Ulfa : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Riki : Kamu dong..
Ulfa : Menurut kamu, aku ini siapa?

Riki sempat berpikir sejenak, lalu menatap Ulfa dengan kepastian.

Riki : Kamu tulang rusukku!  Ada cerita Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, dia tidak lagi merasakan sakit di hati.

*****

Setelah menikah, Ulfa dan Riki mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain.

Mereka mulai bertengkar. Pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, ketika terjadi pertengkaran, Ulfa lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak

"Kamu ngga cinta lagi sama aku!"

Riki sangat membenci ketidak dewasaan Ulfa dan secara spontan balik berteriak

"Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!"
  
Tiba-tiba Ulfa menjadi terdiam, berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Riki seakan tidak percaya pada apa yang telah dia dengar. Riki menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tumpah. Ucapan itu tidak mungkin bisa di ambil kembali.

Dengan berlinang air mata, Ulfa kembali kerumah dan mengambil barang-barangnya. Bertekad untuk berpisah.

"Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing" 

*****

Lima tahun telah berlalu.

Riki tidak menikah lagi, tetapi ia berusaha mencari tau akan kehidupan Ulfa. Ulfa pernah keluar negri, lalu menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Riki yang tau semua informasi tentang Ulfa, merasa kecewa. Dia tidak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Ulfa tidak menunggunya.

Di tengah malam yang sunyi. Riki meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Ulfa.

Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu di airpot. Tempat dimana banyak terjadi pertemuan dan perpisahan. Mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tidak saling mau lepas.

"Apa kabar?"
"Baik.. Apakah kamu sudah menemukan tulang rusukmu yang hilang?"
"Belum"
"Aku mau terbang ke New York dengan penerbangan yang berikutnya."
"Aku akan kembali 2 minggu lagi. Hubungi aku kalau kamu sempat. Kamu tau nomor telfon kita belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah."

Ulfa senyum manis, lalu berlalu.

"Sampai jumpa lagi"

*****

Seminggu kemudian, Riki mendengar bahwa Ulfa mengalami kecelakaan. Malam itu, sekali lagi, Riki mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Ulfa, tulang rusuknya sendiri yang telah dengan bodohnya dia patahkan.     

-END-

Cerita ini untuk kita semua yang sering kali membuat sedih hati orang yang kita sayang. Semoga kisah ini membuat perubahan akan perasaan pada sang kekasih.

Quotes :
“Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal”
 

Blog Si Anu Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting