Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu?
Bagi sepasang manusia yang memadu kasih, Riki dan Ulfa duduk di punggung senja itu. Berpotong percakapan lewat beratus tawa timpas, lalu Ulfa-pun memulai meminta kepastian. Ya, tentang cinta.
Ulfa : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Riki : Kamu dong..
Ulfa : Menurut kamu, aku ini siapa?
Riki sempat berpikir sejenak, lalu menatap Ulfa dengan kepastian.
Riki : Kamu tulang rusukku! Ada cerita Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, dia tidak lagi merasakan sakit di hati.
*****
Setelah menikah, Ulfa dan Riki mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain.
Mereka mulai bertengkar. Pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, ketika terjadi pertengkaran, Ulfa lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak
"Kamu ngga cinta lagi sama aku!"
Riki sangat membenci ketidak dewasaan Ulfa dan secara spontan balik berteriak
"Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!"
Tiba-tiba Ulfa menjadi terdiam, berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Riki seakan tidak percaya pada apa yang telah dia dengar. Riki menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tumpah. Ucapan itu tidak mungkin bisa di ambil kembali.
Dengan berlinang air mata, Ulfa kembali kerumah dan mengambil barang-barangnya. Bertekad untuk berpisah.
"Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing"
*****
Lima tahun telah berlalu.
Riki tidak menikah lagi, tetapi ia berusaha mencari tau akan kehidupan Ulfa. Ulfa pernah keluar negri, lalu menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Riki yang tau semua informasi tentang Ulfa, merasa kecewa. Dia tidak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Ulfa tidak menunggunya.
Di tengah malam yang sunyi. Riki meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Ulfa.
Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu di airpot. Tempat dimana banyak terjadi pertemuan dan perpisahan. Mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tidak saling mau lepas.
"Apa kabar?"
"Baik.. Apakah kamu sudah menemukan tulang rusukmu yang hilang?"
"Belum"
"Aku mau terbang ke New York dengan penerbangan yang berikutnya."
"Aku akan kembali 2 minggu lagi. Hubungi aku kalau kamu sempat. Kamu tau nomor telfon kita belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah."
Ulfa senyum manis, lalu berlalu.
"Sampai jumpa lagi"
*****
Seminggu kemudian, Riki mendengar bahwa Ulfa mengalami kecelakaan. Malam itu, sekali lagi, Riki mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Ulfa, tulang rusuknya sendiri yang telah dengan bodohnya dia patahkan.
-END-
Quotes :
“Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal”
0 komentar:
Posting Komentar