Selasa, 28 Mei 2013

Kita Berbeda

Diposting oleh Ardi di 19.55 0 komentar
"Apakah seseorang yang kaucintai harus memeluk agama yang sama denganmu?"

Aku duduk terdiam di depan tempat ibadah itu. Tempat ibadah yang mungkin tidak akan pernah kumasuki seumur hidupku. Tempat ibadah yang selamanya tidak akan kubiarkan kakiku menginjak dan merasakan lantai dingin yang mungkin sedikit memberi kesejukan itu, masjid. Aku menunggunya dengan sabar, menunggu kekasihku selesai beribadah. Terlintas pikiran nakal kala itu, 

   "Bagaimana mungkin aku bisa mencintai seseorang yang tempat ibadahnya tak sama denganku?" 

Tiga menit kemudian, beberapa orang telah meninggalkan tempat ibadah itu. Aku menyibukkan kepalaku dengan menggerak-gerakannya, celingak-celinguk kanan kiri mencari sosoknya. Lalu, beberapa detik kemudian seorang pria berlari-lari kecil ke arahku, dia adalah kekasihku, Rofi.

   "Sayang, nunggunya lama ya?" 

Dengan nafas terengah-engah Rofi menyapaku.

   "Enggak kok, tenang aja. Dimuka kamu masih ada air wudhu noh, aku ada tissue, mau dilap dulu enggak?" 

Ungkapku sambil memeriksa isi tasku.

   "Boleh deh." 

Jawabnya singkat sambil memerhatikan wajahku dengan seksama, aku terheran.

   "Kenapa ngeliatin aku terus sih?" 

Tanyaku sinis memelototi matanya.

   "Kamu cantik, kenapa enggak pake jilbab aja?" 

Gurau Rofi dengan tawanya yang khas.

   "Emangnya kalau aku pakai jilbab malah tambah cantik ya?" 

Tanyaku balik sambil mengacak-acak rambutnya.

   "Tentu saja, iya!"

   "Cantik itu dari hati kok, bukan dari jilbab." 

Ujarku pelan sembari menarik tangannya agar melanjutkan perjalanan kita dengan berjalan kaki.

   "Iya, Sayang. Tapi..."

   "Lagian juga, yang harus dijilbabkan bukan cuma fisik, tapi juga hati." 

Timpalku memotong pernyataannya.

   "Kok jadi dibawa serius sih?" 

Rofi menahan langkahnya, menarik tanganku agar memberhentikan langkahku.

   "Siapa yang bawa serius? Aku cuma enggak suka aja, kalau kamu enggak bisa terima aku yang enggak pakai jilbab ini yasudah. Kalau kamu enggak bisa terima agamaku, maka kamu enggak bisa mencintai aku kan?" 

Pembicaraan menjadi panas, aku berjalan meninggalkannya. Seperti biasa, dia tak pernah mengejarku, dia tak pernah menahanku untuk tetap tinggal.

***

Ibu menunggu di depan rumah. Wajahnya temaram kelam layaknya menunggu seseorang. Aku menghampirinya dengan langkah terburu-buru.

   "Mama, kok di luar?" Aku menghampiri mama sambil mengajak beliau memasuki rumah.

   "Pulang sama siapa?" 

Tanya mamaku singkat.

   "Sama, Rofi, Ma." 

Jawabku, juga dengan pernyataan yang singkat.

   "Kamu masih sama dia, Nak?"

   "Iya, Ma."

   "Inget ngga nasehat, Mama?"

   "Inget, Ma."

   "Yang pertama?"

   "Gelap tak mungkin bersatu dengan terang."

   "Yang kedua?"

Aku terdiam sejenak, menatap ibuku yang memegang bahuku. Dengan paksa aku melepaskan tangannya, sambil bangkit berdiri aku berkata,  

   "Semua agama itu sama, Ma. Hanya cara menyembahnya saja yang berbeda!"

Bentakku ketus. Mama terdiam.

Dengan kesal aku membanting pintu kamar. Aku benci dijejeri pertanyaan sampah seperti itu. Apa salahnya jika aku menjalin hubungan lebih dari teman dengan seseorang yang tidak seagama denganku? Inilah Indonesia, perbedaan harus dianggap sebagai sesuatu yang tak akan pernah bisa disatukan.

***


Seusai ibadah, aku iseng melihat ke celah-celah pintu gereja, ada seorang pria yang sepertinya tengah menunggu seseorang, ia duduk di atas sepeda motornya. Setiap beberapa detik ia selalu melihat ke arah gereja, seakan-akan matanya menyusuri setiap celah-celah kecil gereja itu. Aku seperti mengenal raut wajah pria itu, 

   "Seperti Rofi." 

Ucapku dalam hati, lirih.

Sekitar pukul 02.00 siang, dengan langkah santai aku meninggalkan tempat ibadahku, gereja. Ternyata benar dugaanku, pria yang sejak tadi bertengger di depan gereja adalah Rofi. Aku mempercepat langkahku, tapi Rofi  tetap menghampiriku.

   "Rei, maaf ya kemarin." 

Dengan wajah tersipu malu, Rofi menghampiriku.

   "Aku selalu memaafkanmu, bahkan sebelum kau meminta maaf." 

Aku menghentikan langkahku, menatap matanya dan tersenyum sendu saat melihat wajahnya. 

   "Tapi, hubungan kita cukup sampai disini."


Seakan-akan ribuan pedang menghujam Rofi, matanya berair, dia menatapku dengan serius, 

   "Kamu beneran?"

   "Ya." 

 Jawabku singkat, sambil mengarahkan pandanganku ke arah lain. Matanya berair, aku tak pernah suka pemandangan itu. Cowok kok sukanya nangis?

   "Sesingkat ini?"

   "Sesingkat? Hubungan kita sudah satu tahun! Dan, mau tahu hal yang selalu kutahan? Kamu selalu memperlakukanku seperti temanmu bukan kekasihmu. Kamu tidak pernah berusaha menjaga perasaanku. Kamu tak pernah berusaha mentolerir agamaku, maka kamu tidak akan pernah menerima cintaku.

Jelasku panjang lebar, membiarkan hatinya teriris.

Minggu, 26 Mei 2013

Posesif Itu Ngga Baik

Diposting oleh Ardi di 07.44 0 komentar
Kenapa posesif itu ngga baik?
Ya jelas lah! Kemana-mana ngga boleh. Ini itu harus ngabarin dulu. Ngga bisa dihubungin malah langsung curiga. Woi, orang-orang yang posesif, ngga kasian apa liat pacar kamu? Ngga percaya kalau posesif itu bahaya? Oke baca nih akibat posesif!

"BIKIN STRES"
Dimana aja harus tau pacarnya ada dimana, sama siapa, lagi ngapain, minum apa, ngetik apa, dengerin lagu apa, jalan kaki kanan diluan apa kaki kiri, apa mungkin lagi selingkuh, atau jalan-jalan sama mantan pacarnya. Stres ngga di kepoin segitunya? Biasa juga bisa kali. Katanya pacaran, tapi kok ngga ngasih kepercayaan? Hiii!!

"BIKIN UANG CEPAT HABIS"
Setiap saat harus punya pulsa. Ngga boleh ngga punya pulsa. Supaya apa harus punya pulsa? Iya, gimana mau mantau pacarnya kalau ngga punya pulsa? Padahalkan tiap jam kamu harus nelponin kalau BBM dia atau SMSnya ngga di bales. Itu baru masalah pulsa, belum lagi kalau kamu harus nganterin dia kemana-mana. Kalau bawa kendaraan sendiri ya harus siap sediain duit bensin, kalau naik angkot ya siap-siap aja kantong jebol karena ongkos. Biar mudah kamu aja yang jadi supir angkotnya sekalian.

"JADI RENDAH DIRI"
Nyadar ngga sih, semakin kamu ngerasa posisi kamu terancam sama orang lain, berarti tingkat kepercayaan diri kamu semakin rendah. Kamu ngerasa ngga lebih baik dari orang-orang yang kamu curigain itu. Kalau perasaan itu dibiarin, lama kelamaan kamu bisa jadi orang yang rendah diri. Sarannya sih pilih aja deodorant yang tepat, biar kamu selalu pede! :D *iklan*

"MEMICU PENUAAN DINI"
Banyak yang mikir macem-macem, curiga berlebihan, kuatir tingkat akut bisa memicu penuaan dini. Ngga percaya? 
Kalau orang mikir, biasanya jidatnya berkerut kan? Nah sama juga kalau lagi curiga. Alis biasanya agak naik, terus matanya memicing. Itu semua bisa bikin muka kita jadi keliatan tua, ngga menarik, ngga cakep, dan kusam. Umur masih 21 tapi udah keliatan kayak 38B -_- ( Oke, hapus huruf "B"nya biar ngga rancu ) 

Udah jelas belom? Masih mau jadi posesif?
Biasanya sih kalau pacar kamu udah ngga tahan sama sifat kamu yang posesif begitu, dia bakal mutusin kamu. Kalau kamu ngga mau diputusin ya dia bakal selingkuh. Mau? MAU? HA?!





Kamis, 23 Mei 2013

Apakah Kita Masih Bersama?

Diposting oleh Ardi di 08.00 0 komentar
Mungkin, dulu aku tidak benar-benar mencintaimu, ketika jantungmu berdetak lebih cepat saat bertemu denganku, aku tidak merasakan jantungku berdetak dengan hebat ketika bersamamu. Perkenalan kita begitu singkat, pertemuan kita cukup beberapa saat, lalu kau katakan cinta, lalu kau tunjukkan rasa, lalu kau bahagia dengan cinta yang "instan" yang kita lalui berdua. Ya, aku bahagia, tapi tidak benar-benar bahagia, karena (mungkin) aku tidak pernah merasakan perasaan yang sama denganmu, karena (mungkin) aku asal menjawab saja ketika kamu memintaku menjadi satu-satunya dalam hidupmu.



Aku tak pernah mempedulikanmu! Aku tidak pernah mau tau kabarmu! Aku hanya bertingkah seolah-olah kau adalah kekasihku, karena masih ada labirin-labirin kosong dihatiku, yang tak mampu terisi olehmu. Ya, kita bertingkah layaknya pasangan kekasih yang sangat bahagia, tapi apa yang kurasakan? 

Genggaman tanganmu kosong!
Pelukanmu semu!

Tutur katamu, tak penting bagiku! Senyummu, tak mampu membuat jantungku menderu menggebu! Aku lebih suka menghabiskan waktu dengan pria-pria itu! Bermesraan dengan mereka tanpa kautahu apa yang kulakukan dibelakangmu. Sebenarnya, apa yang salah denganku? Sebenarnya, ini salahku atau salahmu?



Awalnya, semua berjalan biasa saja, tapi aku mulai risih dengan tingkah bodoh dan keanehanmu! Aku tak tahan dengan semua hal bodoh yang kauperlihatkan padaku. Aku tak suka caramu mengatakan cinta dengan hal setolol itu! Kenapa kau selalu membuatku marah? Kenapa kau tidak pernah berusaha menumbuhkan cinta dalam hatiku? Kenapa aku tak bisa mencintaimu walaupun kutahu kautelah berkorban banyak untukku?



Tapi, Tuhan memang adil, Tuhan berikanku rasa sakit untuk menyadarkanku dari kesalahanku. Kata putus yang ku lontarkan dengan sangat begitu mudahnya, tanpa tangis tapi penuh tawa ternyata tak selamanya menjadi tawa bagiku. Selang beberapa hari memang semua berjalan normal, tapi aku merasa ada mozaik yang hilang dalam hidupku; kamu yang kutinggalkan dengan sengaja dan dengan kejamnya. Pesan singkatmu, tawa renyahmu, senyummu, kata-kata cintamu, tak ada ada lagi hal-hal manis yang dulu kuanggap seperti sampah itu. Tak ada lagi kamu yang mengisi hari-hariku dengan lelucon bodoh dan tampang tolol itu. Tak ada lagi kamu yang diam-diam mencium pipiku ketika aku sibuk dengan handphone dan laptopku. Aku merasa sendirian. Aku benar-benar merasa kehilangan. Kini, aku semakin percaya bahwa kita baru benar-benar mencintai seseorang ketika kita kehilangan sosoknya, dan hal itu kini terjadi padaku.



Memang, setelah berpisah denganmu, aku dengan begitu mudahnya mendapat seseorang lagi yang berusaha mengisi hari-hariku, tapi dia tak sebodoh kamu, dia tak setolol kamu, dia tak mampu menggantikan kamu. Dia hanya berhasil mengganti statusku yang single menjadi in relationship, dia tak benar-benar mampu menggantikan kamu yang (tanpa kusadari) telah mengisi hatiku. Aku semakin mengerti bahwa tak ada seorangpun yang mampu menggantikan sosokmu.



Meskipun kini aku telah bersamanya, dan kau juga telah menemukan seseorang yang baru, tapi perasaanku tak berubah sedikitpun. Aku justru sangat mencintaimu ketika kini kautelah bersamanya. Saat melihat kaudengan dia, ada rasa sakit yang menikamku dalam-dalam, ada kenangan yang diam-diam mendesakku kembali ke masa lalu, sambil berkata dalam hati,
"Dulu aku pernah menggenggam tanganmu, tapi sekarang dia yang mampu melakukan itu, Ya.. Kekasih barumu."



Hanya itu yang bisa kulakukan. MENYESAL!

Membiarkanmu mencintaiku tanpa mempedulikan perasaanmu, membiarkanmu memberi kejutan tanpa pernah memerhatikan usaha kerasmu, aku sadar bahwa ternyata dulu kamu benar-benar mencintaiku. Cuma itu yang bisa kulakukan, menangis diam-diam ketika kulihat barang-barang pemberianmu masih kusimpan dengan rapi. Kita memang telah berpisah, tapi perasaanku belum bisa lepas darimu. Kita memang telah putus, tapi kenanganku tentangmu belum benar-benar putus.



Aku takut kehilangan seseorang yang tak lagi kumiliki... Yaitu kamu.

Rabu, 08 Mei 2013

PHP Atau Kegeeran?

Diposting oleh Ardi di 06.31 0 komentar


PHP. Alias Pemberi Harapan Palsu.
Sering kita liat anak muda jaman sekarang pada ngeluh tentang PHP. Ada yang bilang kalau dia di PHP-in gebetannya, ada yang bilang temennya PHP-in dia, tapi sebenarnya dia yang PHP atau kamunya malah yang kegeeran? Oke, langsung aja cek yang dibawah ini.


"DIBAYARIN JALAN & MAKAN"
Setiap kamu jalan dan makan sama dia, pasti dia yang selalu bayarin. Kalau ternyata dia emang kebanyakan duit, berarti itu kamunya aja yang kegeeran.


"DIBAWAIN BEKAL SETIAP HARI"
Setiap pulang sekolah atau kuliah, si dia sering bawain kamu bekal makanan, tapi dia ngga nembak kamu juga. Bisa jadi sih dia itu PHP, tapi bisa jadi juga kamu yang kegeeran. Mungkin kalau diliat secara cermat lagi, ternyata dia itu jualan bekal makanan, berarti kamunya aja yang kegeeran.


"NGASIH SURPRISE"
Padahal ngga ada moment special tapi si doi malah ngasih kamu kejutan yang kamu sukai. Coba deh liat dulu kerumahnya, mungkin aja itu barang reject sisa orang-orang.

"DIANTERIN PULANG TIAP HARI"
Cowok yang nganterin cewek pulang setiap hari tapi ngga nembak-nembak, itu belum boleh langsung kamu cap dia sebagai PHP. Coba cermati dulu faktor apa yang buat dia nganterin kamu. Mungkin rumahnya memang searah, masih ada kemungkinan lain. Palingan kamu aja yang kegeeran.

Senin, 06 Mei 2013

#Kode Cewek Beserta Artinya

Diposting oleh Ardi di 03.36 0 komentar


Oke. Di dalam hubungan asmara atau pertemanan, cewek itu suka banget nebarin kode-kode. Anehnya, mereka berharap para cowok mengerti tanpa mereka ngomong apa yang dimaksud. Berikut ini obeservasi yang gue kupulin tentang kode-kode cewek sepulang dari sumur dan mandi bunga 7 kembang.


"AKU DINGIN NIH
Artinya dia sama ngga ngarepin jawaban "Aku juga" dari kamu.
Kalau pas di bioskop atau pas hujan, cewek itu adalah makhluk yang lemah, jadi mereka sering mengeluh kedinginan, atau ngasih tanda mereka lagi kedinginan. Itu artinya si cewek ngarep kalau cowoknya itu minjemin jaket, kalau bisa dikasih pelukan. Inget, dia bukan ngarepin kamu ngomong "Aku juga dingin"


"JANGAN HUBUNGIN AKU DULU
Artinya dia pengen ngeliat usaha kamu buat ngehubungin dia.
Biasanya cewek melontarkan kalimat ini pas di bagian akhir pertengkaran. Tapi cewek ngga serius kok ngomongnya. Sebenernya dia masih pengen dihubungin, tapi sengaja ngomong gitu biar tau aja cowoknya tetap ngubungin dia atau ngga. Ya.. Bisa dibilang kayak tes gitu deh.


"CIEE YANG LAGI SIBUK"
Kalimat ini biasanya ada disaat kita lagi PDKT. Kalau ngga dapet kabar seharian dari si doi, dan malu untuk memulai pembicaraan diluan, biasanya cewek ngejek dengan cara kayak gini.

"TERSERAH KAMU"
Di posisi yang kayak gini, apapun yang akan kamu lakuin (baca : cowok) akan selalu salah dimata cewek. Gimana kalau si cewek ngomong "Terserah aku"? Iya.. Artinya "Terserah aku banget". Binggungkan? Sama.


"AKU NGGA APA-APA"
Artinya dia itu pasti kenapa-kenapa.
Kalau udah kayak gini, bisa jadi kesalahan fatal kalau kamu percaya gitu aja. Justru kamu harus ngebujuk dia supaya akhirnya ngaku kalau dia itu sebenarnya kenapa. Inget yam ngebujuk itu beda sama maksa.

Gimana? Binggung lagi ya? Anehnya para cewek itupun suka binggung sendiri sama apa yang mereka pikirkan. Yah.. Namanya juga cewek.

 

Blog Si Anu Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting